IPB Percepat Pengembangan PSDKU Kampus Sukabumi, Fokus pada Mutu, SDM, dan Kemandirian

IPB Percepat Pengembangan PSDKU Kampus Sukabumi, Fokus pada Mutu, SDM, dan Kemandirian

Bogor– IPB University terus mendorong percepatan transformasi Kampus IPB Sukabumi menjadi Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas akademik, serta kemandirian sumber daya. Hal ini mengemuka dalam workshop evaluasi kesiapan PSDKU Kampus IPB Sukabumi yang dihadiri pimpinan IPB dan berbagai unit terkait.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Deni Noviana, menegaskan bahwa seluruh rencana pengembangan Kampus IPB Sukabumi harus selaras dengan Rencana Strategis (Renstra) IPB University serta visi sebagai techno-socio-entrepreneurial university. Ia juga menekankan pentingnya percepatan aspek legalitas dan tata kelola kelembagaan. “Tidak boleh ada perbedaan mutu antara lulusan kampus utama dengan Sukabumi. Yang membedakan hanya lokasi dan kekhasan keilmuan terapannya,” ujarnya.

Selain itu, Kampus IPB Sukabumi diharapkan menjadi simpul kontribusi IPB bagi wilayah Sukabumi, Cianjur, dan sekitarnya, sekaligus tetap menjaga sinergi dengan pemangku kepentingan eksternal meski dukungan finansial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berkurang.

Sementara itu, Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, menyoroti sejumlah tantangan utama yang dihadapi PSDKU, di antaranya tingginya biaya operasional, kebutuhan peningkatan jumlah mahasiswa, serta keterbatasan sumber daya manusia dosen. Ia menegaskan perlunya rencana strategis yang jelas, termasuk target jumlah mahasiswa, kesiapan infrastruktur dasar seperti asrama dosen dan klinik, serta penguatan mutu pendidikan. Dalam waktu dekat, IPB juga akan melakukan rekrutmen dosen baru untuk mendukung kebutuhan akreditasi program studi. “SDM harus dihitung dengan jelas, karena dari situ kita bisa menentukan kebutuhan anggaran dan memastikan kesejahteraan pegawai,” katanya.

Dari sisi sumber daya dan infrastruktur, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Infrastruktur, Heti Mulyati, menyampaikan bahwa rekrutmen dosen PSDKU dapat dilakukan melalui skema khusus sesuai kebutuhan. Selain itu, skrining dosen eksisting yang berminat ditempatkan di Sukabumi juga menjadi opsi awal.

Direktur Pengelolaan Kampus IPB Sukabumi, Wahyu Budi Priatna, memaparkan kondisi terkini kampus yang memiliki 1.377 mahasiswa, 33 dosen, serta fasilitas yang relatif memadai namun belum optimal dimanfaatkan. Ia juga menyoroti berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan jumlah mahasiswa, kebutuhan peningkatan kualitas SDM, hingga pengelolaan keuangan dan infrastruktur. “Biaya operasional, terutama transportasi dosen, masih cukup besar. Di sisi lain, potensi penerimaan kampus sebenarnya cukup tinggi dan perlu dioptimalkan,” jelasnya.

Dalam diskusi, Dekan Sekolah Vokasi, Aceng Hidayat, menekankan pentingnya keberadaan dosen homebase di Sukabumi sebagai syarat utama akreditasi. Ia juga mendorong pemisahan pengelolaan keuangan antara Sekolah Vokasi dan PSDKU agar lebih efisien.

 

Sejumlah peserta juga mengusulkan peningkatan jumlah mahasiswa hingga mencapai 3.000 orang melalui perluasan jalur penerimaan dan dukungan beasiswa. Di sisi lain, penguatan kegiatan kemahasiswaan dan kemandirian organisasi mahasiswa dinilai penting untuk menciptakan kehidupan kampus yang dinamis.

Dari aspek akademik, IPB menargetkan percepatan akreditasi program studi serta penerapan sistem penjaminan mutu yang setara dengan kampus pusat. Selain itu, pengembangan kurikulum berbasis work-based learning dan penguatan kerja sama dengan industri menjadi fokus utama.

Workshop ini juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset kampus, pengembangan unit usaha, serta perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan industri sebagai sumber pendanaan alternatif.

Sebagai tindak lanjut, IPB akan menyusun roadmap dan timeline pengembangan Kampus Sukabumi yang mencakup tahap fondasi pada 2026, penataan pada 2027, pelaksanaan pada 2028–2029, hingga penguatan pada 2030.Melalui langkah ini, Kampus IPB Sukabumi diharapkan dapat berkembang menjadi kampus mandiri yang unggul dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan wilayah dan pendidikan tinggi terapan di Indonesia.

Workshop Persiapan PSDKU

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *